copyright 2011 stmik dipanegara design by Zaldy Salam

Tampilkan postingan dengan label Entertainment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entertainment. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Februari 2011

Adjie Massaid Dimakamkan di TPU Jeruk Purut



Kapanlagi.com
- Jenazah almarhum Adjie Massaid, aktor yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat akan dimakamkan di tempat pemakaman umum Jeruk Purut Jakarta, Sabtu (05/01) siang, usai sholat dhuhur.

"Rencananya almarhum akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut Jakarta, sebelum dzuhur," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Muhammad Jafar Hafsah ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu.

Jenazah sebelum dimakamkan akan disholatkan dan disemayamkan sejenak untuk memberikan penghormatan terakhir di Gedung DPR RI, Jakarta.

Pukul 10.00 WIB, jenazah almarhum diberangkatkan dari rumah duka menuju Gedung DPR-MPR untuk disemayamkan. Tangisan dari keluarga dekat seperti sang istri Angelina Sondakh tak terbendung. Mantan Puteri Indonesia yang juga anggota DPR itu menjadi histeris menemani jenazah almarhum.

Informasi dari keluarga, kata dia, Adjie Massaid meninggal dunia karena serangan jantung. Dia sebelumnya bermain sepak bola di lapangan sepak bola dekat kediamannya di Perumahan Taman Cilandak. Dia dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati sekitar pukul 22.00 WIB setelah mengeluhkan sakit di bagian dadanya.

Adjie Massaid memiliki nama lengkap Samiadji Massaid dan lahir di Jakarta, pada 7 Agustus 1967. Selain menjadi anggota DPR RI, sebelumnya Adjie juga menduduki jabatan sebagai Ketua Departemen Pekerjaan Umum DPP Partai Demokrat serta manajer tim nasional sepak bola usia 23 tahun.

Adjie Massaid meninggal dunia di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta, pada Kamis sekitar pukul 00.00 WIB, dan jenazal almarhum dibawa dari rumah sakit dan tiba di rumah duka sekitar pukul 03.00 WIB.

Adjie Massaid meninggalkan seorang istri, Angelina Sondakh, yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat serta tiga orang anak, dua di antaranya dari perkawinan sebelumnya dengan penyanyi Reza Artamevia. (antara/dar)

Inikah Strategi Baru Luna Maya?



Vonis hukuman yang diterima Ariel berupa kurungan penjara 3,5 tahun dan denda sebesar 250 juta rupiah nyatanya membuat Luna Maya was-was. Luna Maya bisa jadi bernasib seperti kekasihnya jika hakim memutuskan bersalah.
Hidup di penjara dalam kurun waktu yang cukup lama tentu saja menjadi mimpi buruk bagi Luna. Meski berkas perkaranya masih ada di tangan kepolisian, namun status tersangka Luna bisa saja waktu-waktu berubah menjadi terdakwa. Tentu saja Luna tak mau jika hak mengerikan itu terjadi dalam hidupnya.
Oleh karena itu mantan presenter Dahsyat itu membuat strategi baru dengan mengganti tim pengacaranya. Luna yang semula menggunakan jasa OC kaligis sebagai kuasa hukum kini beralih pada Taufik Basari yang tak lain adalah mantan tim penasehat hukuk kasus Bibit Chandra.
“Luna Maya sudah membuat satu tim kuasa hukum baru. Nanti kita akan memberikan keterangan secara terpisah dan tersendiri. Kita mengucapkan terimakasih kepada perempuan yang datang. Apa yang dialami Luna dan Ariel, kita berharap proses hukum ditempatkan di koridor yang benar,” jawab kuasa hukum Luna, Taufik Basari saat ditemui di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (04/02).
Ketika memenuhi undangan diskusi yang diadakan oleh Jaringan Aktivis Perempuan dan Aktivis HAM untuk Keadilan di Kantor Komnas HAM, Luna pun sedikit mengungkapkan rasa kecewanya terhadap putusan hakim soal vonis Ariel.
“Inilah yang menjadi persoalannya. Kita semua konsentrasi pada konten video porno itu. Yang jadi masalah video porno itu tersebar, kalau nggak disebar ya nggak jadi masalah,” jelas Taufik.
Luna merasa vonis 3 tahun 6 bulan serta denda Rp 250 juta yang dijatuhkan hakim kepada Ariel tidak adil. Oleh karenanya, dengan adanya dukungan dari para aktivis perempuan, Luna merasa bersyukur.
“Nanti kita akan jelaskan untuk hal-hal yang lebih dalam lagi hari Selasa atau Rabu dalam preskon khusus terkait langkah-langkah hukum kasus Luna,” pungkasnya. (cumicumi@Vin)

Sabtu, 25 September 2010

Daniel Mananta: Indonesia Cinta Damai



Kapanlagi.com - Lantaran desain Damn I Love Indonesia yang menarik serta banyak diminati, sang pemilik, Daniel Mananta sempat diajak membuat desain bernada provokasi mengenai Indonesia dan Malaysia. Terlebih, saat ini hubungan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia sedang kurang harmonis. Namun, Daniel menolak ajakan tersebut.

"Jika karena bangga terhadap bangsa Indonesia enggak apa-apa. Namun kalau untuk memanasi Malaysia, enggak perlu. Makanya enggak pernah sekali pun kita mendesain baju-baju dengan nada provokasi dan itu bukan baju kita. Enggak pernah keluarin walau ada teman bilang buat aja 'I hate Malaysia'," urainya saat ditemui usai menjadi host di Konferensi Pers Arthur`s Day Guinness, di Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (24/9).

Secara eksklusif, mantan VJ MTV ini juga tidak setuju dengan ajakan-ajakan dari sebagian masyarakat untuk berperang dengan negeri Jiran itu. "Wah gue enggak setuju. Kita negara punya moral dan lebih dewasa. Jangan sampai berikan kesan mau perang, kita cinta damai," sambungnya.

Keengganan Daniel sepertinya masuk akal. Pasalnya, saat dia hendak bepergian ke luar negeri dan sempat transit di Malaysia, tidak tampak hal-hal yang menghebohkan seperti diberitakan. "Gue enggak suka politik, biar itu urusan negara. Sebab saat ke Malaysia waktu transit pun mereka no problem. Jadi enggak semua di Malaysia seperti diberitakan selama ini," imbuh laki-laki yang tengah gandrung dengan wayang kulit ini. (kpl/dis/dka)

Kamis, 09 September 2010

Widyawati: Mending Adjie Bebas, Jadi Bisa Hasilkan Uang


Kapanlagi.com - Support untuk Adjie Notonegoro tidak hentinya berdatangan. Meskipun bisa dikatakan banyak yang merasa 'sakit hati' dengan penipuan yang dilakukan Adjie, namun beberapa pihak malah mendukung, dan bahkan menjamin Adjie agar bisa bebas dan terus berkarya. Salah satunya adalah Widyawati.

Rabu, (8/9) kemarin Widyawati sengaja datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan demi melihat dan memberi support Adjie sehubungan dengan agenda tuntutan dari jaksa.

Setelah tuntutan masa tahanan selama 6 bulan diberikan kepada sahabatnya,Widyawati pun memilih untuk memberikan komentar yang 'aman'.

"Saya tidak bisa menjawab, saya tidak tahu duduk masalah persisnya seperti apa. Saya enggak berani jawab," ujar wanita yang masih terlihat cantik di usia senjanya ini.

Walau begitu, Widyawati masih berpendapat bahwa akan lebih baik jika Adjie bebas dan berkarya, sehingga dia bekerja dan menghasilkan uang untuk dikembalikan pada pihak-pihak yang dirugikan.

"Kalau saya pribadi berpendapat ini kan minta dikembalikan untuk masalah uang. Kalau dia ditahan kan sayang gak bisa kerja," ungkapnya.

Widyawati pun lebih memilih untuk tidak menanggapi ketika ditanya apakah dirinya percaya Adjie melakukan penipuan, dengan menjawab bahwa dia hanya bisa memberikan dukungan setelah lama tidak bertemu.

"Kita bahas yang lain karena kita kan sudah lama gak ketemu. Dan saya baru bisa datang sekarang setelah berkali-kali diminta. Kita kalau ada teman yang kena musibah gak ada salahnya mendukung," pungkasnya. (kpl/dis/mae)